Skip to main content

Posts

American Gods, Ketika Dewa Terlupakan Mengkudeta Dunia

Satu-satunya buku Neil Gaiman yang masih saya miliki adalah ini, American Gods. Judul-judul lainnya seperti Neverwhere , Good Omen, dan The Graveyard Book, masih dalam upaya untuk bisa saya koleksi kembali. Seperti biasa, Gaiman membangun narasi yang enak dibaca. Pembukaan buku yang dimulai dengan pembebasan Shadow dari penjara, penjelasan mengenai latar belakang Shadow, dan pertemuannya dengan Mr. Wednesday, disusun dengan sangat apik.  Shadow yang tak banyak bicara, dengan cepat menerima tawaran pekerjaan dari Mr. Wednesday, untuk menjadi supirnya. Dan segera menyadari bahwa Mr. Wednesday, bukan manusia biasa. Malahan, bukan manusia sama sekali. Mr. Wednesday adalah satu dari begitu banyak dewa yang terbawa ke Amerika akibat migrasi di masa lalu. Di bawa oleh orang-orang viking, Mr. Wednesday terikat dengan tanah baru itu, dan terlupakan seiring perkembangan jaman. Odin, itulah sosok asli Mr. Wednesday.

Tahun Baru, Pearl S. Buck

Bagi penyuka novel klasik, nama Pearl S. Buck adalah nama yang tak mungkin dikesampingkan. Selain karena tulisannya yang memang sangat bagus, Nyonya satu ini juga seorang peraih Nobel dibidang tulisan :) Saya tidak banyak membaca buku karya Pearl S. Buck. Tapi satu bukunya yang pernah saya baca, (dan sekarang sedang dibaca ulang versi e-book yang kacau balau, sembari menunggu pesanan bukunya sampai) adalah Tahun Baru. Jauh sebelum booming  K-Pop, buku ini sudah membahas mengenai satu sisi Korea. Saya membacanya ketika saya SMA, sekitar tahun 1996. Dan masih terkenang sampai sekarang. Cerita dimulai ketika sang istri  secara tidak sengaja menemukan sepucuk surat, dari seorang anak di Korea, yang ditujukan untuk suaminya. Untuk Ayah Amerikaku. Begitu surat itu berawal. Saat itu ditengah kampanye sang suami untuk menjadi presiden Amerika, dan tentu saja surat itu menjadi pukulan berat bagi keduanya. Terlebih pernikahan mereka tidak dikaruniai anak. Marah dan kecewa, sa...

Locwood & Co: The Screaming Staircase

Buat pembaca yang mengenal Jonathan Stroud melalui Trilogi Bartimeus yang kocak, plus nyentrik, membaca buku Stroud yang lainnya terasa agak aneh. Terlalu serius kesannya. Seperti buku sebelumnya yang saya obrolin, Heroes of The Valley  (Yang Ingin Tahu, Klik di Sini) , sinisme mengenai dunia kepahlawanan yang ternyata sangat 'politis' Buku Stroud lainnya adalah The Leap, The Last Siege, dan Lockwood & Co: The Screaming Staircase, Undakan Menjerit. Kali ini saya ingin ngobrolin buku yang terakhir tadi, The Screaming Staircase. Dari judulnya, sudah kelhatan ada unsur horor. Dan memang betul, buku ini membahas mengenai 3 anak muda yang bergabung di sebuah agensi pembasmi 'masalah', istilah yang digunakan untuk menyebutkan gangguan hantu. Gangguan yang selama 50 tahun telan menjadi wabah di Inggris

Heroes of The Valley; Sisi Lain Kepahlawanan

Membicarakan karya Jonatahan Stroud, selalu menjadi hal menarik bagi saya. Seperti juga membicarakan tulisan-tulisannya Neil Gaiman ataupun membicarakan kopi. Heroes of The Valley, adalah sindiran tentang legenda kebenaran dan kepahlawanan semu.  Ceritanya terpusat pada sosok Halli, putra bungsu dari pemimpin klan Svein, klan sang pahlawan legendaris, Svein. Halli yang berkaki bengkok dengan tubuh pendek kekar, sangat berbeda dengan Leif, putra tertua yang tampan, pewaris kepemimpinan klan, dan Gudny, si cantik, yang juga kakak Halli. Dibesarkan dengan kisah pertempuran dan perjuangan Svein yang agung, Halli bercita-cita akan mengikuti jejak petualan sang legenda. Namun kenyataannya berbeda, kehidupan klan mereka, dan 12 klan lainnya sangatlah menjemukan. Seluruh klan saling menjaga agar tidak ada terjadi pertempuran lagi, sehingga suasana menjadi begitu politis dan penuh basa basi. Lalu suatu hari Halli dengan usil mengerjai Ragnar, putra Hord, penguasa hukum klan Hakon....

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

"Sebuah buku adalah dunia ajaib penuh simbol yang menghidupkan yang kekal kepada yang masih hidup. Sungguh tak dapat dibayangkan, fantastis, dan ‘ajaib’ bahwa kedua puluh enam huruf dalam alfabet kita bisa dipadukan sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi rak raksasa dengan buku-buku dan membawa kita ke seluruh dunia yang tak pernah berujung. Dunia yang selalu bertumbuh dan bertumbuh, selama masih ada manusia di muka bumi ini." Kutipan yang paling saya sukai dari buku unik ini. Unik kenapa? Karena ini buku tentang buku. Jalan ceritanya disajikan dalam dua bahagian besar. Menceritakan mengenai dua sepupu, Nils dan Berit, yang menulis buka harian bersama. Surat-surat, begitulah mereka menyebutnya, meskipun ditulis dalam sebuah buku harian yang betul-betul dikirim bolak balik antara dua kota, Oslo dan Fjaerland. Yang kemudian bertemu dengan seorang perempuan tua misterius, Bibbi Bokken, yang tertarik dengan surat-surat kedua sepupu itu dan berusaha mengambilnya. Meliba...

Buku Tanpa Judul

Source : Getty Images Dari begitu banyak buku yang sudah saya baca, pasti ada yang terlupakan. Hingga satu waktu nanti tanpa sebab, mendadak muncul kembali dalam ingatan sadar. Ada juga buku-buku yang hanya menyisakan sekadar gambaran samar, apakah judulnya atau sampulnya atau sepenggal ceritanya. Tapi ada satu buku, yang begitu membekas dalam ingtan dan kenangan saya. Buku yang hilang dan bisa dipastikan hancur bersama ratusan buku lainnya milik saya, saat tsunami menerjang pesisir Aceh, sehari selepas natal tahun 2004.

Dunia Kata, Dunia Tanpa Batas

Source : Getty Images | #486025853 " Jika kau bukan anak raja  dan juga bukan anak ulama besar,  maka menulislah."  (Imam Al-Ghazali) Dunia Kata, mungkin itu istilah paling tepat untuk menggambarkan buku. Saya mengenal buku sejak masih kanak-kanak. Dimulai dari buku kecil yang saya 'baca' saat saya bahkan belum bisa membaca. Buku-buku kecil itu bercerita tentang Mowgli, Baloo, Bagheera, Shere Khan, dan kehidupan mereka di hutan. Mamak menceritakan bahwa saya menghafal setiap kata pada halaman-halaman buku kecil itu. Mengulangnya dengan gaya seolah sedang membaca, namun tepat setiap halaman. Setelah dewasa saya baru tahu bahwa buku kecil itu adalah versi untuk anak-anak, dari buku Jungle Book karya Rudyard Kipling, penulis Inggris yang terkenal.